Friday, 23 October 2015

PERBEDAAN PEMIMPIN DAN MANAJER

Halo kawan-kawan, blog thenextengineer kali ini akan membahas tentang apa sih perbedaan pemimpin dan manajer? Ada yang tau? Hmmmm, oke langsung saja tanpa basa-basi kita bahas disini cekidot…….
Pemimpin. Apakah itu? Siapakah dia? Oke coba kita lihat langsung dehhh contoh-contoh tokohnya seperti Hittler (Kaisar Perang Jerman), Nelson Mandela (Tokoh Apertheid) atau pahlawan dari negeri kita tercinta, Ir. Soekarno. Ya masih banyak pemimpin-pemimpin terkenal di dunia, mereka adalah sedikit contohnya. Kebayang gak? Kebayang dong gimana sepak terjang mereka dulu, gimana kepemimpinan mereka dulu dan perubahan yang mereka buat di dunia hingga saat iniJ
Oke dari sini kita dapat mengetahui apasih pengertian dari pemimpin itu. Pemimpin adalah orang yang mampu menggerakan orang banyak, disegani orang banyak dan mempunyai tujuan yang jelas untuk memimpin orang- orang banyak tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan oleh ibu dosen ISD tercinta, ehhh, pemimpin itu dibagi menjadi dua, yaitu pemimpin formal dan informal. Nahhh yang pertama, formal, yaitu orang yang secara struktur dan tertulis adalah pemimpin, sedangkan yang kedua, informal, istilahnya adalah pemimpin dibalik layar, dia bukan pemimpin secara struktur tapi dia mampu memimpin dan menggerakan orang banyak. Udah mulai mengerti kan? Yowess lanjutt…
Manajer. Apakah itu? Siapa dia? Ya beberapa contoh manajer, seperti, hmm saya juga bingung, ya walaupun tidak tahu namanya tapi pasti dapat ngebayangin deh dikit-dikit. Manajer PT PLN, Manajer Hotel bintang tujuh, Manajer Restoran, Manajer klub sepakbola Chelsea, inggris. Nahh itu beberapa contoh manajer di bidangnya masing-masing. Udah kebayang? Udah dong heheheJ
Nahhh dari sana kita dapat menemukan apa itu pengertian dari manajer. Manajer adalah orang yang dapat me-manage, mengatur, mengarahkan, dan punya keterampilan yang bagus dan diakui oleh orang banyak. Mirip-mirip sih dengan pemimpin.
Nah sekarang perbedaan pemimpin dan manajer. Ada yang tau? Iya kamu yang dibelakang coba dijawab…. HeheheJ
Perbedaan pemimpin dan manajer, setelah googling banyak banget nihh perbedaannya. Nah setelah baca-baca, perbedaannya adalah… yang pertama, itu dari cara pemilihannya. Biasanya manajer dipilih secara formal, melaui direktur, komisaris dan lain-lain apalah itu heheheJ. Sedangkan pemimpin biasanya lahir sendiri, artinya dipilih karena kepercayaan banyak orang, seperti Ir. Soekarno. Selain itu pemimpin biasanya melakukan inovasi atau sebagai pencetus, seperti Ir. Soekarno. Loh kok beliau lagi? Iya-iya bener saya mengambil perbandingan dari beliauJ sedangkan manajer biasanya hanya mengelola, mengatur sesuai peraturan atau SOP yang berlaku. “Hanya”? Enggak kok, kata hanya dalam manajer itu maknanya besar.
Selain itu manajer menginspirasi, seperti….. Hittler. Ehhh salah, seperti Ir. Soekarno. Hmm contohnya seperti ini: berikan aku seribu pemuda maka akan kuguncangkan dunia. Nah dari sini beliau percaya pada pemuda-pemuda Indonesia bahwa mereka adalah bangsa yang besar dan jangan pernah takut dengan bangsa lain! Sepakbola apa kabar? Ehh lanjut ketopik, sedangkan manajer ya itu tadi, sifatnya mengontrol sesuai SOP. Sebenarnya masih banyak lagi perbedaannya, kalian bisa ambil contoh-contoh lainnya
Intinya pemimpin dan manajer mempunyai persamaan yaitu mereka sama-sama mengarahkan orang banyak untuk mencapai suatu tujuan orang banyak/organisasi.
Oke cukup sekian tulisan dari saya, thenextengineer, semoga bermanfaat sebagai bahan referensi anda, jangan lupa ya kalo mau share cantumkan link sumber heheheheJ
Terakhir tanggal 28 Oktober 2015 nanti, Selamat Hari Sumpah Pemuda bagi Pemuda Indonesia! Ayo terus berkreasi dan berkontribusi buat bangsa ini! Jangan tanyakan apa yang bangsa ini telah berikan untuk anda, tapi tanyakanlah apa yang anda telah berikan untuk bangsa ini Maju Pemuda Indonesia!



ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH DASAR UMUM

ISD : PENGERTIAN, TUJUAN, ISD DAN IPS
1.  Pengertian
        Ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga:
a.   Natural sciences (ilmu-ilmu alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronomi,Biologi ddll.
b.  Sosial sciences (ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi, DLL.
c.   Humanities (ilmu-ilmu budaya) meliputu: bahasa, agama, kesusastraan, kesenian, DLL

Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan masyarakat Indonesia dalam fakta, teori, konsep yang berasal dari berbagai ilmu pengetahuan. Ilmu sosial dasar merupakan suatu bahan studi atau program pengerjaan yang khusus di rancang untuk kepentingan pendidikan/pengerjaan yang di indonesia diberikandlam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang  konsep-konsep yang di kembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap,persepsi dan serhingga lebih peka terhadapnya.

2.  Tujuan
  Sebagai salah satu  dari mata kuliah dasar umum,ilmu sosial dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar:
a.   Memahami dan menyadari ada nya kenyataan kenyataan nya sosial dan masalah masalah yang ada dalam masyarakat.
b.  Peka terhadap masalah masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha usaha menanggulanginya.
c.   Menyadari bahwa setiap masalah sosial dalam masyarakat selalu bersifat komplek dan hanya dapat mendekati nya
d.  Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkemunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

 ILMU SOSIAL DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
      Ilmu sosial dasar (ISD) dan ilmu pengetahuan sosial (IPS) kedua-duanya mempunyai persamaan dan perbedaan. Adapun persamaan antara keduanya adalah :
a.   Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran
b.  Keduannya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c.   Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.

RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL DASAR
Materi ilmu sosial dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Sehingga dengan demikian bahan perlajaran ilmu sosial dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu :
1.  Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
2.  Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial.
a.   Persamaan dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku baik secara individual atau kelompok/golongan.
b.  Persamaan dan perbedaan kepentingan.
3.  Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan yang lainnya saling berkaitan.
Konsorsium antar bidang telah menetapkan bahwa perkuliahan ilmu sosial dasar terdiri dari 8 pokok bahasan. Dari 8 pokok bahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan ilmu sosial dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya :
1.  Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangannya masyarakat dan kebudayaan.
2.  Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3.  Masalah pemuda dan sosialisasi.
4.  Masalah hubungan antara warga negara dan negara
5.  Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
6.  Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
7.  Masalah pertentangan-pertentangan sosial integrasi.
8.  Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.


PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Untuk permasalahan penduduk, apabila pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan pertambahan fasilitas akan menimbulkan masalah-masalah seperti meningkatnya pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, dll. Pertumbuhan penduduk dalam suatu daerah dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut :

1.                   Kematian (Mortalitas)
Dibagi menjadi dua jenis tingkatan :

a. Tingkat Kematian Kasar ( Crude Death Rate/CDR). CDR adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun perjumlah penduduk pertengahan tahun tersebut dan dinyatakan setiap 1000 orang.
CDR =   D   x K
       Pm
D             = Jumlah kematian
Pm          = Jumlah Penduduk Pertengah tahun
K              = Konstanta = 1000

Penduduk pertengahan tahun dapat dicari dengan rumus berikut:

Pm = ½ (P1+P2)

Pm = P1+(P2-P1)
                   2

Pm = P2-(P2-P1)
                  2

Pm          = Jumlah penduduk pertengah tahun
P1           = Jumlah penduduk pada awal tahun
P2           = Jumlah penduduk pada akhir tahun


b. Tingkat Kematian Khusus ( Age Spesific Death Rate). Karena tingkat kematian dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Dengan perbedaan resiko kematian tersebut, maka digunakan tingkat kematian menurut umur (Spesific Death Rate) yaitu menyatakan kematian pada kelompok umur tertentu 1000 penduduk pada kelompok umur yang sama.

ASDRi  Di   x K
         Pmi

Di            = kematian utk kelompok umur i
Pmi         = Jumlah penduduk pada pertengah thn kelompok umur i

2.                   Kelahiran Hidup (Fertilitas)

Fertilitas disebabkan oleh hal-hal berikut :
1.Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup, tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran/kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati
2.Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak ( tetapi meninggal hanya sekali )
3.Makin tua umur wanita tidaklah berarti kemungkinan mempunyai anak makin menurun
4.Di dalam pengukuran fertilitas hanya melibatkan satu orang saja

Ada dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan. Pertama yaitu Fecundity (kesuburan) adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak. Yang kedua adalah Fertility (Fertilitas) adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang atau kelompok wanita.

Tingkat Kelahiran Kasar (CBR/Crude Birth Rate) 
Adalah jml kelahiran hidup di suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengah tahun tersebut.


CBR =              jumlah lahir hidup           x 1000
Jml penduduk pd pertengah thn



 B             = Jumlah kelahiran hidup pd suatu dunia pd suatu thn tertentu
 Pm         = jumlah penduduk pd pertengah tahun
 K             = Konstanta (= 1000)


        Angka kelahiran umum (GFR/General Fertility Rate) 
Adalah angka yang menunjukan jumlah kelahiran per 1000 wanita usia produktif, Dapat dirumuskan :

GFR =   B   x  K 
    Fm

      B        = jumlah kelahiran hidup pd thn tertentu
      Fm     = jumlah penduduk wanita pd pertengah thn
      K        = Konstanta (=1000)

      Tingkat kelahiran khusus (ASFR/Age Specific Fertility Rate)

       Dapat dirumuskan :
 ASFRi=    Bi    x K
        Fmi

      Bi       = jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur i
      Fmi    = Jml penduduk wanita pertengah thn dlm kel i
      K        = Konstanta (=1000)
3.                   Migrasi
Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas. Pengertian mobilitas lebih luas daripada migrasi, sebab mobilitas mencakup perpindahan teritorial secara permanen dan sementara. Sedangkan migrasi bila dikaitkan dengan unsur waktu di tempat yang baru misalnya minimal 6 bulan atau satu tahun. Sedangkan bagi mereka yang pernah pindah tempat tinggal kurang dari batas waktu tersebut disebut melakukan mobilitas sirkuler.

Langkah – langkah seseorang migran dalam menentukan keputusannya untuk pindah ke daerah lain atau kawasan ( areal ) lain terlebih dahulu ingin mengetahui lebih dahulu faktor – faktor sebagai berikut :
  
- persediaan sumber alam
- lingkungan sosial budaya
- potensi ekonomi
- alat masa depan

Dengan mengetahui faktor – faktor di atas setidak – tidaknya terhindar dari rintangan akibat negatif. Di samping itu mereka juga memikirkan berbagai rintangan yang mungkin dihadapi selama proses migrasi.

·         Akibat Migrasi
a. Urbanisasi ( migrasi dari desa ke kota ) walaupun urutannya sangat kecil, namun dapat mempengaruhi pola distribusi penduduk penduduk secara keseluruhan.
b. Migrasi interegional di Indonesia kebanyakan dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan berkreasi tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta tingkat laju pembangunan di luar jawa.
c. Migrasi antar negara di Indonesia adalah sangat kecil dari hasil sensus penduduk pada tahun 1971 sampai dengan 1980 migrasi masuk ( immigrasi ) hanya ada 0,16 % dan migrasi ke luar ( emigrasi ) hanya sebesar 0,57 % per tahun. Sehingga akibatnya kurang nyata terhadap distribusi penduduk Indonesia.

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin mempunyai peranan yang sangat penting hanya dapat untuk mengetahui : 
- Pertumbuhan penduduk di suatu daerah termasuk cepat atau lambat.
- Rasio ketergantungan.
- Jumlah wanita dalam usia subur.
- Jumlah tenaga kerja yang tersedia.
- Berdasarkan tempat tinggal.
- Bentuk piramida
Untuk mengetahui pertumbuhan suatu daerah cepat atau lambat dapat juga dilihat dari bentuk piramida penduduk. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anak – anak, dewasa, dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan.

Keadaan struktur atau komposisi penduduk yang berbeda – beda akan menunjukan bentuk piramida yang berbeda – beda pula.
Ada tiga Jenis struktur penduduk :
1. Piramida penduduk muda, ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian.
2. Piramida Stationer, ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap ( statis ) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
3. Piramida penduduk tua, ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan penduduk.

Rasio Ketergantungan ( Dependency of ratio ) ialah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja. Biasanya dinyatakan dalam persen ( % ).

Tadi adalah sedikit penjelasan tentang pertumbuhan penduduk. Untuk kebudayaan akan dijelaskan melalui beberapa paragraf dibawah ini:
1. Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan           
         Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesi, mulai dari zaman batu sampai logam. Berdasarkan pendapat – pendapat para ahli prehistoris, bahwa zaman batu itupun terbagi dalam:
·                     zaman batu tua (paleolitikum) Alat yg digunakan masih kasar. misalnya kapak genggam
·                     Zaman batu muda (neolitikum) telah memiliki kepandaian mengolah logam dari besi
·                     Zaman batu muda ( Neolithikum ) benar – benar membawa revolusi

     2. Kebudayaan Hindu dan Budha
Kebudayaan Hindu berasal dari india sekitar abad 3 sampai 4 di pulau jawa. Kebudayaan Budha masuk sekitar abad ke-5, Ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju karena tidak menghendaki adanya kasta.
         
      3. Kebudayaan Islam          
Kebudayaan Islam pada abad ke 15-16 agama islam dikembangkan di Indonesia oleh wali songo. Dalam prosesnya dikembangkan juga oleh para Gujarat, arab dan pakistan


B.  Kebudaaan Barat atau Asing.

      Pengaruh dan Dampak Budaya Asing di Indonesia
Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-  unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika  terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial  seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
 Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor,yakni antara lain:
 1. Faktor Ekonomi      : Kemiskinan, pengangguran, dll.
 2. Faktor Budaya                    : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
 3. Faktor Biologis        : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
 4. Faktor Psikologis     : Penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

Jadi, dengan adanya budaya barat atau budaya asing di Indonesia, dapat membawa dampak bagi Indonesia. Dampak masuknya budaya asing antara lain :
 1. Terjadi perubahan kebudayaan
 2. Pembauran kebudayaan
 3. Modernisasi
 4. Keguncangan budaya
 5. Penetrasi budaya
 6. Memperkaya keberagaman budaya
 7. Melemahnya nilai-nilai budaya bangsa  
          
Dampak tersebut membawa pengaruh besar bagi Indonesia, bagi dari segi postif, maupun  negatif. Indonesia, masih terlalu lemah dalam menyaring budaya yang baik di ambil dengan yang  tidak, maka kita semua sebagai warga Indonesia wajib membanggakan apa saja yang sudah  menjadi budaya kita sendiri, jangan sampai melupakan budaya lama, dengan sudah menemukan  budaya baru.


Sunday, 4 October 2015

Situs Pelayanan dan Informasi Mahasiswa Universitas Gunadarma

Pelayanan administrasi dan akademik mahasiswa dapat dilakukan secara online melalui situs-situs berikut:

a. http://baak.gunadarma.ac.id
berisi informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma.

b. http;//studentsite.gunadarma.ac.id
merupakan situs resmi mahasiswa Universitas Gunadarma, dan melalui situs ini pelayanan administrasi akademik dapat dilakukan.

c. http;//sap.gunadarma.ac.id
merupakan situs yang berisi daftar silabus mata kuliah Universitas Gunadarma.

d. http;//staffsite.gunadarma.ac.id
merupakan situs resmi dosen Universitas Gunadarma, dan melalui situs ini terdapat data-data dosen dan daftar materi kuliah yang dapat diunduh mahasiswa.

e. http://elearning.gunadarma.ac.id
merupakan media pembelajaran virtual bagi mahasiswa Universitas Gunadarma.

f. http://library.gunadarma.ac.id
pelayanan perpustakaan secara online.