2. MEDIA PEMBUATAN APLIKASI
MULTIMEDIA
2.1. Perangkat Keras
Pengertian dari hardware atau dalam bahasa Indonesia-nya
disebut juga dengan nama “perangkat keras” adalah salah satu komponen dari
sebuah komputer yang sifat alat nya bisa dilihat dan diraba secara langsung
atau yang berbentuk nyata, yang berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi.
Hardware dapat bekerja berdasarkan
perintah yang telah ditentukan ada padanya, atau yang juga disebut dengan
dengan istilah instruction set.
Dengan adanya perintah yang dapat dimengerti oleh hardware tersebut, maka hardware
tersebut dapat melakukan berbagai kegiatan yang telah ditentukan oleh pemberi
perintah.
2.2. Video Board
Kebutuhan multimedia akan
sistem video cepat meningkat, resolusi yang makin tinggi makin diperlukan oleh
sistem. Kebutuhan standar sekarang berkisar antar Local Bus dan Graphic
Accelerator walaupun sekarang sudah banyak ditawarkan Peripheral Component Interconect (PCI). Sebuah Graphic Accelerator dapat meningkatkan kecepatan pengolahan grafis
pada sistem, dibanding pengolahan dibebankan pada mikroprosesor. Memilih Graphic Accelerator yang baik perhatikan
pada Chips yang digunakan, semakin
cepat dan baik Chips yang digunakan
semakin baik Board tersebut.
Besarnya memori yang digunakan
akan mempengaruhi tingkat resolusi dan banyaknya warna yang dapat dihasilkan.
16 warna membutuhkan ½ byte per pixel; 256 warna membutuhkan 1 byte per pixel;
46 KB warna membutuhkan 2 byte per pixel sedangkan warna sejati (16,7 juta
warna) membutuhkan 3 byte per pixel. Perkalian antara resolusi Horizontal dan
Vertikal pada tampilan monitor dengan banyaknya warna yang diinginkan akan
menghasilkan nilai dari Memori Video
Board yang diinginkan. Sebagai contoh : tampilan dengan resolusi 1280 x
1024 dengan warna sejati membutuhkan 3.952.160 byte (1280 x 1024 x 3). Untuk
dapat mengolah tampilan tersebut dengan baik setidaknya dibutuhkan Video Board dengan 4 MB memori.
Dalam memilih monitor juga
harus diperhatikan frekuensi yang dihasilkan, pilih monitor yang mempunyai
scanning tinggi dan frekuensi vertikal yang sesuai dengan resolusinya. Untuk
VESA dengan frekuensi vertikal standar 75 Hz dibutuhkan monitor dengan
kemampuan 47 KHz scanning secara horizontal pada resolusi 800 x 600 pixel; 60
KHz pada resolusi 1024 x 768; atau 80 KHz pada resolusi 1280 x 1024 pixel.
Kalau akan merencanakan untuk
membuat multimedia perlu dipertimbangkan untuk menyiapkan fasilitas untuk
menangkap gambar dari video seperti : Video
Tape dan Camcoder. Untuk
fasilitas tersebut kita harus menambahkan Video
Capture Board.
2.3. Sound Card
Pengertian Soundcard adalah salah satu perangkat keras komputer (hardware) yang fungsi utamanya sebagai
pengolah data untuk audio dan suara. Audio atau suara yang muncul melalui
speaker atau headset pada komputer atau laptop adalah hasil olahan data soundcard. Jika anda mengaktifkan
aplikasi multimedia pada komputer, namun tidak keluar suara atau audionya maka
bisa dibilang ada masalah pada soundcardnya. Soundcard ini terhubung ke komputer melalui slot ISA atau PCI pada motherboard. Namun seiring dengan
perkembangan zaman dan kebutuhan teknologi, soundcard
memiliki slot USB atau ditancapkan di socket
biasanya disebut sound card eksternal.
2.4. CD-ROM Driver
Compact
Disk Read Only Memory
adalah salah satu terobosan yang cukup penting dalam dunai komputerisasi,
walaupun hanya dapat ditulis sekali dan dibaca berulang-ulang, akan tetapi daya
simpan yang cukup tinggi sekitar 650 MB sangat membantu sebagai tempat
penyimpanan data.
Compact
Disk yang beredar sekarang ini
terdiri dari beberapa tipe format seperti : CD-DA (Digital Audio) atau biasa disebut CD-Music; Kodak Photo CD berisi
file-file gambar yang dipadatkan; CD-I (Interactive)
berisi gambar-gambar video yang interaktif; dan masih ada beberapa tipe format
CD yang lainnya.
CD-ROM Player yang baik adalah
yang dapat mendukung semua tipe format CD, setidak-tidaknya beberapa tipe
format CD. Perlu diperhatikan pula untuk dapat menjalankan file-file gambar
video atau animasi yang baik dengan CD, pilihlah CD-Player dengan kecepatan 4
speed (Quadraple), hal ini untuk
menghindari patahan-patahan pada saat membaca CD dan menampilkannya. Satu
kecepatan pada CD Player dapat membaca 150 KB data per detik, jadi untuk 4
kecepatan CD-Player dapat membaca 150 x 4 = 600 KB per detik.
2.5. Scanner
Scanner adalah sebuah alat yang dapat
berfungsi untuk meng copy atau
menyalin gambar atau teks yang kemudian disimpan ke dalam memori komputer. Dari
memori komputer selanjutnya, disimpan dalam harddisk
ataupun floppy disk. Fungsi scanner ini mirip seperti mesin fotocopy, perbedaannya adalah mesin
fotocopy hasilnya dapat dilihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya dapat
ditampilkan melalui monitor terlebih dahulu sehingga kita dapat melakukan
perbaikan atau modifikasi dan kemudian dapat disimpan kembali baik dalam bentuk
file text maupun file gambar.
Selain scanner untuk gambar terdapat pula scan yang biasa digunakan untuk
mendeteksi lembar jawaban komputer. Scanner yang biasa digunakan untuk
melakukan scan lembar jawaban komputer adalah SCAN IR yang biasa digunakan
untuk LJK (Lembar Jawaban Komputer) pada ulangan umum dan Ujian Nasional. Scan
jenis ini terdiri dari lampu sensor yang disebut Optik, yang dapat mengenali
jenis pensil 2B. Scanner yang beredar di pasaran adalah scanner untuk meng-copy
gambar atau photo dan biasanya juga dilengkapi dengan fasilitas OCR (Optical Character Recognition) untuk
mengcopy atau menyalin objek dalam bentuk teks.
Saat ini telah dikembangkan scanner dengan teknologi DMR (Digital Mark Reader), dengan sistem
kerja mirip seperti mesin scanner untuk koreksi lembar jawaban komputer,
biodata dan formulir seperti formulir untuk pilihan sekolah. Dengan DMR lembar
jawaban tidak harus dijawab menggunaan pensil 2 B, tapi dapat menggunakan alat
tulis lainnya seperti pulpen dan spidol serta dapat menggunakan kertas biasa.
2.6. Perangkat Lunak
Perangkat lunak (Software) adalah istilah khusus untuk
data yang diformat, dan disimpan secara digital, didalamnya termasuk program
komputer, dokumentasinya, dan berbagai informasi yang dapat dibaca, dan ditulis
oleh komputer. Perangkat lunak juga dapat dikatakan sebagai bagian sistem
komputer yang tidak berwujud. Istilah ini digunakan untuk menonjolkan
perbedaannya dengan Hardware
(perangkat keras) computer.
Karena disebut sebagai
perangkat lunak (software), maka
sifatnya juga berbeda dengan perangkat keras (hardware), jika hardware
merupakan perangkat yang nyata yang dapat dilihat dengan jelas oleh mata dan
dipegang secara langsung, maka software
tidak dapat dipegang dan dilihat fisik bentuknya. Software memang tidak nampak secara fisik / berwujud benda, namun software dapat dioperasikan dan
dijalankan.
Perangkat lunak sendiri dibuat
menggunakan "bahasa pemrograman" yang dibuat oleh programmer untuk selanjutnya di
kompilasi dengan aplikasi kompilator sehingga menjadi kode yang dapat dikenali
/ dibaca oleh mesin hardware. Nah
sekarang bagaimana apakah sudah paham mengenai apa itu perangkat lunak (software) komputer? Seandainya sobat
sudah paham sekarang kita akan melanjutkan pembahasannya ke Fungsi Perangkat
Lunak dan contoh macam perangkat lunak lengkap dengan fungsi dan penjelasannya.
2.8. Video Streaming
Video streaming adalah
istilah yang sering kita gunakan saat melihat video di internet melalui browser dimana kita tidak perlu
men-download file video tersebut untuk dapat memutarnya. Istilah ini tersebut
terdiri dari dua suku kata yaitu video dan streaming,
secara istilah video berarti teknologi untuk menangkap, merekam, memproses,
mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak, sedangkan streaming berarti
proses penghantaran data dalam aliran berkelanjutan dan tetap yang memungkinkan
pengguna mengakses dan menggunakan file sebelum data dihantar sepenuhnya.
Jadi video streaming dapat diartikan
transmisi file video secara bekelanjutan yang memungkinkan video tersebut
diputar tanpa menunggu file video tersebut tersampaikan secara keseluruhan.
Video streaming banyak
diimplementasikan pada dunia pertelevisian untuk melakukan siaran dari website
atau mengirimkan gambar siaran langsung melalui website atau disebut juga live streaming. Jadi gambar yang
didapatkan dari siaran langsung, sesegera mungkin ditransmisikan dan dapat
diputar melalui internet.
2.9. VOIP
Voice
over Internet Protocol
adalah Teknologi yang menjadikan media internet untuk bisa melakukan komunikasi
suara jarak jauh secara langsung. Sinyal suara analog, seperti yang anda dengar
ketika berkomunikasi di telepon diubah menjadi data digital dan dikirimkan melalui
jaringan berupa paket-paket data secara real
time.
Dalam komunikasi VoIP, pemakai
melakukan hubungan telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa.
Dengan bertelepon menggunakan VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil
diantaranya adalah dari segi biaya jelas lebih murah dari tarif telepon
tradisional, karena jaringan IP bersifat global. Sehingga untuk hubungan
Internasionaldapat ditekan hingga 70%. Selain itu, biaya maintenance dapat di
tekan karena voicedan data networkterpisah, sehingga IP Phone dapat di tambah,
dipindah dan di ubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang di sembarang ethernet
dan IP address, tidak seperti telepon konvensional yang harus mempunyai port
tersendiri di Sentral atau PBX (Private branch exchange).
2.10. Video VOIP
Video profesional
over IP sistem menggunakan beberapa codec video standar yang ada untuk
mengurangi materi program ke bitstream (misalnya, aliran transportasi MPEG),
dan kemudian menggunakan Internet
Protocol (IP) jaringan untuk membawa bahwa bitstream dikemas dalam aliran
paket IP . Hal ini biasanya dilakukan dengan menggunakan beberapa varian dari
protokol RTP.
Tercatat
video profesional melalui jaringan IP memiliki tantangan khusus dibandingkan
dengan sebagian besar lalu lintas IP non-waktu-kritis. Banyak masalah ini mirip
dengan yang ditemukan pada voice over IP, tetapi untuk tingkat yang lebih
tinggi dari persyaratan teknik. Secara khusus, ada kualitas yang sangat ketat
persyaratan layanan yang harus dipenuhi untuk digunakan dalam lingkungan siaran
profesional.
2.11. Encoder
Encoder adalah rangkaian yang memiliki
fungsi berkebalikan dengan dekoder. Encoder
berfungsi sebagai rangakain untuk mengkodekan data input mejadi data bilangan dengan format tertentu. Encoder dalam rangkaian digital adalah
rangkaian kombinasi gerbang digital yang memiliki input banyak dalam bentuk line
input dan memiliki output sedikit dalam format bilangan biner.
Encoder akan mengkodekan setiap jalur input yang aktif menjadi kode bilangan
biner. Dalam teori digital banyak ditemukan istilah encoder seperti “Desimal to
BCD Encoder” yang berarti rangkaian digital yang berfungsi untuk
mengkodekan line input dengan jumlah line input desimal (0-9) menjadi kode
bilangan biner 4 bit BCD (Binary Coded Decimal). Atau “8 line to 3 line encoder” yang berarti rangkaian encoder dengan input 8 line dan output 3
line (3 bit BCD).
2.12. MPEG-2 /MPEG-4
MPEG-2 adalah penentuan untuk
sekelompok koding dan kompresi untuk audio dan video, yang disetujui oleh MPEG
dan diterbitkan sebagai standar internasional ISO/IEC 13818. MPEG-2 biasanya
digunakan untuk encode audio dan
video untuk sinyal broadcast, termasuk
satelit broadcast langsung dan
televisi kabel.
MPEG-2 dengan beberapa
modifikasi juga format coding yang
digunakan dalam film DVD komersial. Menggunakan MPEG2 perlu membayar biaya
lisensi kepada pemegang paten melalui MPEG Licensing
Association.
MPEG-4 diperkenalkan pada akhir
1998, MPEG-4 adalah sebuah nama dari sebuah grup koding standar audio dan video
dan teknologi yang berhubungan yang disetujui oleh Moving Picture Experts Group
(MPEG) ISO/IEC. Kegunaan utama bagi standar MPEG-4 adalah internet (streaming
media) dan CD, videophone, dan
televisi broadcast.
MPEG-4 menyerap banyak fungsi
dari MPEG-1 dan MPEG-2 dan standar berhubungan lainnya, menambahkan fungsi baru
seperti dukungan VRML (extended) untuk perenderan 3D, file komposit
berorientasi objek (termasuk audio, video, dan VRML), dukungan spesifikasi-luar
Manajemen Hak Cipta Digital dan banyak interaktivitas lainnya.
Format MPEG-4 sangat tepat
untuk memampatkan format video yang besar, seperti .avi atau .vob karena konsep
dasar dari kompresi MPEG-4 adalah mengompres file ketika menyimpan video, lalu
ketika video tersebut diputar, codec MPEG-4 akan mengembangkan lagi ukuran file
ini, jadi tingkat penurunan kualitas video maupun audio menjadi sangat minimal
dengan ukuran kompresi file yang maksimal.
Sekarang Receiver Format MPEG-4 sudah bisa menerima siaran yang bertipe HD (High Definition) selain SD (Standard Definition)
Referensi :
http://sharkamestory.blogspot.com/2018/03/perangkat-media-pembuatan-aplikasi.html