Sunday, 22 November 2015

INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

1. Pertumbuhan Individu

A. Pengertian individu
Individu berasal dari kata latin ‘individuum’ artinya yang tak terbagi atau satu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Makna manusia menjadi Individu apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses Individualisasi atau aktualisasi diri merupakan proses peningkatan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada dirinya sendiri.

B.  Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju atau dewasa (proses). Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh.

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:

a. Pertumbuhan Nativistik, yaitu pertumbuhan individu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
b. Pendirian empiristik dan environmentalistik, yaitu pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan dan konsekuensinya.
c. Konvergensi dan interaksionisme, yaitu pertumbuhan individu ditentukan oleh interaksi antara dasar (bakat) dan lingkungan.
d. Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi

1.  Masa vital (umur 0-2th) yaitu masa untuk mempelajari berbagai hal yang ada di dunianya karena pada masa itu seorang individu baru dilahirkan di dunia

2. Masa Estetik (umur 2-7th) yaitu masa yang mempelajari panca indra pada tubuh individu tersebut
3. Masa intelektual (umur 7-13/14th) yaitu masa dimana sudah mulai mempelajari segala hal tentang sosialisasi dan mempelajarinya di lingkungan keluarga dan sekolah
4. Masa remaja (umur13/14 – 20/21th) yaitu masa dalam pembelajaran mengetahui suatu hal baik dan buruk yang akan menentukan pembentukan karakter dimasa yang akan datang.
a. Masa Pra Remaja yaitu masa ini juga ditandai juga dengan sifat-sfat negative misalnya tidak tenang, pesimistik, non sosial dan lain-lain.
b. Masa Remaja yaitu masa merindu puja dan mulai terdorong untuk mencari pedoman hidup. Pada masa ini remaja juga mulai mengalami keguncangan batin.
c. Masa usia mahasiswa dimana sudah dapat menguji diri lebih lanjut dalam kehidupan serta menghasilkan suatu keterampilan dan kemampuan untuk membuat pendirian hidup.
2.  Fungsi Keluarga

    A. Pengertian Fungsi Keluarga
Keluarga adalah unit/satuan masyarakat yang terkecil yang merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Keluarga mempunyai perannya masing-masing dalam sosialisasi di lingkungannya. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu.

B. Macam-macam fungsi keluarga
a. Fungsi biologis yaitu keluarga dapat memberikan persiapan perkawinan bagi anak-anaknya berupa pengetahuan kehidupan bereproduksi suami-istri, pengetahuan mengatur rumah tangga, pengetahuan tugas suami, memelihara pendidikan bagi anak-anak.
b. Fungsi pemeliharaan yaitu keluarga dapat memberikan perlindungan seperti menyediakan rumah sebagai tempat berlindung, memelihara kesehatan, memberikan pengamanan dari bahaya.
c. Fungsi ekonomi berarti keluarga berkewajiban memberikan kebutuhan pokok seperti sandang pangan dan tempat tinggal
d. Fungsi keagamaan yaitu keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mengamalkan ajaran-ajaran agama sebagai manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
e. Fungsi sosial berarti keluarga berperan untuk memperkenalkan nilai-nilai dan sikap yang dianut oleh masyarakat pada anak-anaknya seperti mempelajari peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak. Dalam fungsi ini keluarga diharapkan menjadi pewarisan kebudayaan atau nilai-nilai kebudayaan seperti sopan santun bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik buruknya perbuatan.

3.  Individu, Keluarga, dan Masyarakat

A. Pengertian Individu
Individu berasal dari kata latin ‘individuum’ artinya yang tak terbagi atau satu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.

B. Pengertian Keluarga
     Keluarga adalah sekumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki.

C. Pengertian Masyarakat
     Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
Masyarakat dapat digolongkan menjadi:
a. Masyarakat sederhana yaitu pola pekerjaan cenderung dibedakan menurut jenis kelamin.
b. Masyarakat maju yaitu memiliki aneka ragam kelompok sosial yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan dan tujuan yang akan dicapai. Dibedakan menjadi masyarakat industry dan non industry.

4 Hubungan Antara Individu, Keluarga dan Masyarakat
Individu mempunyai makna yaitu manusia merupakan makhluk yang mempunyai satu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagian keseluruhan, sebagai kesatuan. Untuk menjadi individu yang mandiri, manusia mengalami proses. Proses tersebut adalah proses pemantapan dalam pergaulan di lingkungan keluarga pada tahap pertama.
Makna Keluarga dalam kehidupan yaitu untuk mengajari suatu individu tentang dunia dari suatu kelompok terdekat karena keluarga adalah sekumpulan individu yang paling dekat dengan individu tersebut. Keluarga merupakan satu kesatuan sosial yang mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama dalam kesatuan masyarakat. Masyarakat yaitu sekumpulan kelompok dari beberapa individu yang bersosialisasi. Individu-individu yang bekerja sama akan menghasilkan kelompok masyarakat yang sejahtera.
Makna Masyarakat dalam kehidupan masyarakat timbul dari setiap kumpulan individu, yang cukup lama hidup dan bekerja sama dalam waktu yang lama. Hubungan dalam masyarakat tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya.
Individu, Keluarga dan Masyarakat mempunyai hubungan erat karena masyarakat dibentuk melalui individu-individu yang sadar akan perannya. Dan keluarga pun terbentuk dari satu individu dan individu lainnya dan menghasilkan satu individu yang lain. Manusia juga sebagai makhluk sosial juga akan membentuk suatu kelompok yang terdiri dari individu yang karakternya berbeda-beda.
5 Urbanisasi dan Urbanisme
Urbanisasi suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau terjadinya masyarakat perkotaan.
           Proses urbanisasi dapat terjadi cepat/lambat. Proses terjadi melalui dua aspek, yaitu:
-perubahannya masyarakat desa menjadi masyarakat kota
-bertambahnya penduduk kota disebabkan mengalirnya penduduk yang berasal dari desa.
Sebab suatu daerah dijadikan tujuan urbanisasi, yaitu:
-Daerah yang termasuk pusat pemerintahan atau ibukota (Jakarta)
-Tempat tersebut letaknya strategis sekali untuk usaha/perdagangan, misalnya pelabuhan.
-Timbulnya industry di daerah itu, yang memproduksi barang maupun jasa.

No comments:

Post a Comment