Pembabakan sejarah matematika
·
Pembabakan sejarah matematika dan perbedaannya
1. Babak pertama (sebelum 400 SM)
Bermula dari masa manusia
menggunakan tanda atau simbol untuk membilang hingga tokoh-tokoh matematika
Yunani menemui sistem teori matematika pertama.
2. Babak kedua (400 SM – 1700 M)
Merupakan perkembangan
aritmatika, geometri, aljabar dan trigonometri ke tahap yang mantap, menjadi
satu sistem yang sempurna.
3. Babak ketiga (1700 M - 1900 M)
Pada tahap ini, banyak
bidang, teori dan hukum baru ditemui dan didemonstrasikan oleh tokoh-tokoh
matematika khususnya dari negara-negara barat. Antara lain bidang matematika
yang baru ditemui ialah geometri koordinat, kalkulus dan rumus-rumus kalkulus.
4. Babak keempat (1900 M – kini)
Dikenali sebagai babak
modern, merupakan babak perkembangan matematika dari konkrit ke abstrak. Dalam
masa ini, teori-teori baru ditemui oleh tokoh-tokoh matematika untuk digunakan
dalam bidang sains teknologi, ekonomi dan sosiologi. Diantaranya adalah
kebarangkalian, teori set, teori nombor, penaakulan mantik dan logika.
·
Pembabakan dan
tokoh-tokoh serta konsep yang dikembangkan
1. Matematika prasejarah
Asal mula pemikiran matematika terletak di dalam konsep
bilangan, besaran, dan bangun. Pengkajian modern terhadap fosil binatang
menunjukkan bahwa konsep ini tidak berlaku unik bagi manusia. Konsep ini
mungkin juga menjadi bagian sehari-hari di dalam kawanan pemburu. Bahwa konsep
bilangan berkembang tahap demi tahap seiring waktu adalah bukti di beberapa
bahasa zaman kini mengawetkan perbedaan antara "satu",
"dua", dan "banyak", tetapi bilangan yang lebih dari dua
tidaklah demikian. Benda matematika tertua yang sudah diketahui
adalah tulang Lebombo, ditemukan di pegunungan
Lebombo di Swaziland dan mungkin berasal
dari tahun 35000 SM. Tulang ini berisi 29 torehan yang berbeda yang
sengaja digoreskan pada tulang fibula baboon. Terdapat bukti bahwa kaum
perempuan biasa menghitung untuk mengingat siklus
haid mereka;
28 sampai 30 goresan pada tulang atau batu, diikuti dengan tanda yang
berbeda. Juga artefak prasejarah ditemukan di Afrika dan Perancis, dari tahun 35.000 SM dan
berumur 20.000 tahun, menunjukkan upaya dini untuk menghitung waktu.
![]() |
| Tulang Ishango |
Tulang Ishango, ditemukan
di dekat batang air Sungai
Nil (timur
laut Kongo), berisi sederetan tanda
lidi yang digoreskan di tiga lajur memanjang pada tulang itu. Tafsiran umum
adalah bahwa tulang Ishango menunjukkan peragaan terkuno yang sudah diketahui
tentang barisan bilangan
prima atau
kalender lunar enam bulan. Periode Predinastik Mesir dari milenium ke-5
SM, secara grafis menampilkan rancangan-rancangan geometris. Telah diakui bahwa
bangunan megalit di Inggris dan Skotlandia, dari milenium ke-3 SM, menggabungkan
gagasan-gagasan geometri seperti lingkaran, elips, dan tripel
Pythagoras di dalam rancangan mereka.
2. Matematika Yunani
Matematika
Yunani merujuk pada matematika yang ditulis di dalam bahasa Yunani antara
tahun 600 SM sampai 300 M. Matematikawan Yunani tinggal di kota-kota
sepanjang Mediterania bagian timur, dari Italia hingga ke Afrika Utara,
tetapi mereka dibersatukan oleh budaya dan bahasa yang sama. Matematikawan
Yunani pada periode setelah Iskandar Agung kadang-kadang
disebut Matematika Helenistik.
Thales menggunakan geometri untuk menyelesaikan
soal-soal perhitungan ketinggian piramida dan jarak perahu dari garis pantai.
Dia dihargai sebagai orang pertama yang menggunakan penalaran deduktif untuk
diterapkan pada geometri, dengan menurunkan empat akibat wajar dariteorema Thales. Hasilnya, dia dianggap
sebagai matematikawan sejati pertama dan pribadi pertama yang menghasilkan
temuan matematika. Pythagoras mendirikan Mazhab
Pythagoras, yang mendakwakan bahwa matematikalah yang menguasai
semesta dan semboyannya adalah "semua adalah bilangan". Mazhab Pythagoraslah
yang menggulirkan istilah "matematika", dan merekalah yang memulakan
pengkajian matematika. Mazhab Pythagoras dihargai sebagai penemu bukti pertamateorema Pythagoras, meskipun diketahui
bahwa teorema itu memiliki sejarah yang panjang, bahkan dengan bukti keujudan
bilangan irasional.
![]() |
| Eudoxus |
Eudoxus (kira-kira 408 SM
sampai 355 SM) mengembangkan metoda kelelahan, sebuah rintisan
dari Integral modern. Aristoteles (kira-kira 384 SM
sampai 322 SM) mulai menulis hukum logika. Euklides (kira-kira 300 SM)
adalah contoh terdini dari format yang masih digunakan oleh matematika saat
ini, yaitu definisi, aksioma, teorema, dan bukti. Dia juga mengkaji kerucut. Bukunya, Elemen, dikenal di segenap
masyarakat terdidik di Barat hingga pertengahan abad ke-20. Selain teorema
geometri yang terkenal, seperti teorem Pythagoras, Elemen menyertakan
bukti bahwa akar kuadrat dari dua adalah irasional dan terdapat tak-hingga
banyaknya bilangan prima. Saringan Eratosthenes (kira-kira 230 SM)
digunakan untuk menemukan bilangan prima.
Archimedes (kira-kira 287 SM
sampai 212 SM) dari Syracuse menggunakan metoda kelelahan untuk
menghitung luas di bawah busur parabola dengan penjumlahan
barisan tak hingga, dan memberikan hampiran yang cukup akurat
terhadap Pi. Dia juga mengkaji spiral yang mengharumkan
namanya, rumus-rumus volume benda putar, dan sistem rintisan untuk
menyatakan bilangan yang sangat besar.
3. Matematika Cina
Matematika Cina permulaan adalah berlainan bila
dibandingkan dengan yang berasal dari belahan dunia lain, sehingga cukup masuk
akal bila dianggap sebagai hasil pengembangan yang mandiri. Tulisan
matematika yang dianggap tertua dari Cina adalah Chou Pei Suan Ching, berangka tahun antara
1200 SM sampai 100 SM, meskipun angka tahun 300 SM juga cukup masuk akal.
Hal yang menjadi catatan khusus dari penggunaan
matematika Cina adalah sistem notasi posisional bilangan desimal, yang disebut
pula "bilangan batang" di mana sandi-sandi yang berbeda digunakan
untuk bilangan-bilangan antara 1 dan 10, dan sandi-sandi lainnya sebagai
perpangkatan dari sepuluh. Dengan demikian, bilangan 123 ditulis
menggunakan lambang untuk "1", diikuti oleh lambang untuk
"100", kemudian lambang untuk "2" diikuti lambang utnuk
"10", diikuti oleh lambang untuk "3". Cara seperti inilah
yang menjadi sistem bilangan yang paling canggih di dunia pada saat itu,
mungkin digunakan beberapa abad sebelum periode masehi dan tentunya sebelum
dikembangkannya sistem bilangan India. Bilangan batang memungkinkan
penyajian bilangan sebesar yang diinginkan dan memungkinkan perhitungan yang
dilakukan pada suan pan, atau (sempoa Cina).
Tanggal penemuan suan pan tidaklah pasti, tetapi tulisan
terdini berasal dari tahun 190 M, di dalam Catatan Tambahan tentang
Seni Gambar karya Xu Yue.
Karya tertua yang masih terawat mengenai geometri di Cina berasal dari
peraturan kanonik filsafat Mohisme kira-kira tahun 330
SM, yang disusun oleh para pengikut Mozi (470–390 SM). Mo
Jing menjelaskan berbagai aspek dari banyak disiplin yang berkaitan
dengan ilmu fisika, dan juga memberikan sedikit kekayaan informasi matematika.
Bangsa Cina juga membuat
penggunaan diagram kombinatorial kompleks yang dikenal sebagai kotak ajaib dan lingkaran
ajaib,
dijelaskan pada zaman kuno dan disempurnakan oleh Yang Hui (1238–1398 M). Zu Chongzhi (abad ke-5)
dari Dinasti Selatan dan Utara menghitung nilai pi
sampai tujuh tempat desimal, yang bertahan menjadi nilai pi paling akurat
selama hampir 1.000 tahun.
Bahkan setelah matematika Eropa mulai mencapai
kecemerlangannya pada masa Renaisans, matematika Eropa dan Cina
adalah tradisi yang saling terpisah, dengan menurunnya hasil matematika Cina
secara signifikan, hingga para misionaris Jesuit seperti Matteo
Ricci membawa
gagasan-gagasan matematika kembali dan kemudian di antara dua kebudayaan dari
abad ke-16 sampai abad ke-18.
4. Matematika Mesopotamia
Matematika Babilonia merujuk pada seluruh matematika yang
dikembangkan oleh bangsa Mesopotamia (kini Iraq) sejak permulaan Sumeria hingga permulaan peradaban
helenistik. Dinamai "Matematika
Babilonia" karena peran utama kawasan Babilonia sebagai tempat untuk
belajar. Pada zaman peradaban helenistik Matematika Babilonia berpadu dengan
Matematika Yunani dan Mesir untuk membangkitkan Matematika Yunani. Kemudian di bawah Kekhalifahan Islam, Mesopotamia, terkhusus Baghdad, sekali lagi menjadi pusat penting
pengkajian Matematika Islam.
Bertentangan
dengan langkanya sumber pada Matematika Mesir, pengetahuan Matematika Babilonia diturunkan dari lebih
daripada 400 lempengan tanah liat yang digali sejak 1850-an. Ditulis di dalam tulisan paku, lempengan ditulisi ketika tanah liat masih basah, dan
dibakar di dalam tungku atau dijemur di bawah terik matahari. Beberapa di
antaranya adalah karya rumahan.
Bukti
terdini matematika tertulis adalah karya bangsa Sumeria, yang membangun peradaban kuno di Mesopotamia.
Mereka mengembangkan sistem rumit metrologi sejak tahun 3000 SM. Dari kira-kira
2500 SM ke muka, bangsa Sumeria menuliskan tabel perkalian pada lempengan tanah liat dan
berurusan dengan latihan-latihan geometri dan soal-soalpembagian. Jejak terdini sistem bilangan
Babilonia juga merujuk pada periode ini.
Sebagian
besar lempengan tanah liat yang sudah diketahui berasal dari tahun 1800 sampai
1600 SM, dan meliputi topik-topik pecahan, aljabar, persamaan kuadrat dan
kubik, dan perhitungan bilangan regular, invers perkalian, dan bilangan prima kembar. Lempengan
itu juga meliputi tabel perkalian dan metode penyelesaian persamaan linear danpersamaan kuadrat. Lempengan Babilonia 7289 SM
memberikan hampiran bagi √2 yang akurat sampai lima tempat desimal.
Matematika
Babilonia ditulis menggunakan sistem bilangan seksagesimal (basis-60). Dari sinilah diturunkannya
penggunaan bilangan 60 detik untuk semenit, 60 menit untuk satu jam, dan 360
(60 x 6) derajat untuk satu putaran lingkaran, juga penggunaan detik dan menit pada
busur lingkaran yang melambangkan pecahan derajat. Kemajuan orang Babilonia di
dalam matematika didukung oleh fakta bahwa 60 memiliki banyak pembagi. Juga,
tidak seperti orang Mesir, Yunani, dan Romawi, orang Babilonia memiliki sistem
nilai-tempat yang sejati, di mana angka-angka yang dituliskan di lajur lebih
kiri menyatakan nilai yang lebih besar, seperti di dalam sistem desimal. Bagaimanapun, mereka kekurangan
kesetaraan koma desimal, dan sehingga nilai tempat suatu simbol seringkali
harus dikira-kira berdasarkan konteksnya.
Tokoh-tokoh Matematika Bangsa
Babilonia Raja Sargon adalah Pemimpin
bangsa Akkadia, Raja Hammurabi adalah Raja Babilonia yang terbesar (1948-1905
SM), Diophantus (250-200 SM), Para
Ilmuan Babel menemukan penentuan nilai akar kuadrat, bahkan telah
mendemonstrasikan Teori Pythagoras, Otto
Neugebauer dan F.Thureau-Dangin banyak menemukan pengetahuan tentang isi dari
tablet-tablet matematika ini tidak lebih tua 1935, Grotefend mencoba untuk
memecahkan teka-teki, kemudian pada tahun 1347 Rawlinson menyempurnakan hasil
dari Grotefend.
5. Matematika Mesir
Matematika Mesir merujuk pada matematika yang ditulis
di dalam bahasa Mesir. Sejak peradaban
helenistik, Yunani menggantikan bahasa Mesir sebagai
bahasa tertulis bagi kaum terpelajar Bangsa Mesir, dan sejak itulah matematika Mesir
melebur dengan matematika Yunani dan Babilonia yang membangkitkan Matematika helenistik. Pengkajian matematika di Mesir berlanjut di bawah Khilafah Islam sebagai bagian dari matematika Islam, ketika bahasa Arab menjadi bahasa tertulis bagi kaum
terpelajar Mesir.
Tulisan
matematika Mesir yang paling panjang adalah Lembaran Rhind (kadang-kadang disebut juga
"Lembaran Ahmes" berdasarkan penulisnya), diperkirakan berasal dari
tahun 1650 SM tetapi mungkin lembaran itu adalah salinan dari dokumen yang
lebih tua dari Kerajaan Tengah yaitu dari tahun 2000-1800 SM. Lembaran itu adalah manual instruksi
bagi pelajar aritmetika dan geometri. Selain memberikan rumus-rumus luas dan
cara-cara perkalian, perbagian, dan pengerjaan pecahan, lembaran itu juga
menjadi bukti bagi pengetahuan matematika lainnya, termasuk bilangan komposit dan prima; rata-rata aritmetika, geometri, dan harmonik; dan pemahaman sederhana Saringan
Eratosthenes dan teori bilangan sempurna (yaitu, bilangan 6). Lembaran itu juga berisi cara
menyelesaikan persamaan linear orde satu juga barisan aritmetika dangeometri.



No comments:
Post a Comment