MAKALAH
PERKEMBANGAN
PENDUDUK INDONESIA
Nama :
I Putu Ega Septa Widhiarsa
NPM : 13415203
Kelas :
2IB02
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha
Esa yang telah melimpahkan Rahmat-Nya, sehingga sampai saat ini saya masih diberi kesempatan untuk bisa
menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Didalam makalah ini, penyusun akan membahas tentang “Perkembangan
Penduduk Indonesia”. Penyusun
makalah menyadari
bahwa masih banyak kekurangan dalam proses pembuatan makalah ini, oleh karena
itu saya berharap banyak diberikan kritik dan saran
untuk membuat makalah ini menjadi leih baik kedepannya.
Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga makalah ini dapat berguna dan memberi
informasi yang bermanfaat bagi kita semua.
Jakarta, 9
November 2016
DAFTAR ISI
Halaman Sampul................................................................................................... i
Kata Pengantar...................................................................................................... ii
Daftar
Isi............................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan.............................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................... 2
2.1 Landasan Perkembangan Penduduk Indonesia.............................................. 2
2.2 Pertambahan Penduduk dan Lingkungan Pemukiman...................................2
2.3 Pertumbuhan Penduduk dan Tingkat Pendidikan.......................................... 2
2.4 Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan
dengan LH............... 3
2.5 Pertumbuhan Penduduk dan Kelaparan..........................................................4
2.6 Kemiskinan dan Keterbelakangan..................................................................4
BAB III PENUTUP............................................................................................. 7
3.1 Kesimpulan.....................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Penduduk
adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di
Indonesia. Jadi, apakah kependudukan itu? Kependudukan adalah hal ihwal yang
berkaitan dengan jumlah, struktur, umur, jenis kelamin, agama, kelahiran,
perkawinan, kehamilan, kematian, persebaran, mobilitas dan kualitas serta
ketahanannya yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Pengelolaan
kependudukan dan pembangunan keluarga adalah upaya terencana untuk mengarahkan
perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga untuk mewujudkan penduduk
tumbuh seimbang dan mengembangkan kualitas penduduk pada seluruh dimensi
penduduk. Perkembangan kependudukan adalah kondisi yang berhubungan dengan
perubahan keadaan kependudukan yang dapat berpengaruh dan dipengaruhi oleh
keberhasilan pembangunan berkelanjutan.
Kualitas
penduduk adalah kondisi penduduk dalam aspek fisik dan nonfisik yang meliputi
derajat kesehatan, pendidikan, pekerjaan, produktivitas, tingkat sosial, ketahanan,
kemandirian, kecerdasan, sebagai ukuran dasar untuk mengembangkan kemampuan dan
menikmati kehidupan sebagai manusia yang bertaqwa, berbudaya, berkepribadian,
berkebangsaan dan hidup layak.
1.2 RUMUSAN MASALAH
a. Bagaimana landasan perkembangan penduduk
di Indonesia?
b.
Apa yang mempengaruhi perkembangan penduduk di Indonesia?
1.3 TUJUAN PENULISAN
a. Mengetahui hubungan kependudukan dengan banyak hal
b. Mengetahui masalah-masalah kependudukan
c. Mengetahui perkembangan penduduk di Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 LANDASAN PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA
Penduduk adalah orang atau
orang-orang yang mendiami suatu tempat (kampung, negara, dan pulau) yang tercatat
sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku di tempat tersebut.
Berdasarkan tempat lahir dan lama tinggal penduduk suatu daerah dapat dibedakan
menjadi empat golongan, yaitu penduduk asli, penduduk pendatang, penduduk
sementara, dan tamu. Penduduk asli adalah orang yang menetap sejak lahir.
Penduduk pendatang adalah orang yang menetap, tetapi lahir dan berasal dari
tempat lain. Penduduk sementara adalah orang yang menetap sementara waktu dan
kemungkinan akan pindah ke tempat lain karena alasan pekerjaan, sekolah, atau
alasan lain. Adapun tamu adalah orang yang berkunjung ke tempat tinggal yang
baru dalam rentang waktu beberapa hari dan akan kembali ke tempat asalnya.
Yang mendasari perkembangan
penduduk di Indonesia adalah banyaknya masyarakat yang menikahkan anaknya yang
masih muda. Dan gagalnya program keluarga berencana yang di usung oleh
pemerintah untuk menekan jumlah penduduk. Karena factor – factor tersebut tidak
berjalan dengan semestinya, maka penduduk Indonesia tidak terkendali dalam
perkembangannya. Seharusnya dengan dua orang anak cukup, maka ini lebih dari
dua orang dalam setiap suami istri. Karena perkembangan penduduk yang sangat
tidak terkendali, maka banyak terjadinya kemiskinan, pengangguran,
kriminalitas, gelandangan, anak jalanan, dan sebagainya. Dan masalah permukiman
yang tidak efisien lagi. Banyaknya rumah yang lingkungannya kumuh dapat
menyebabkan berbagai macam penyakit. Oleh sebab itu, 50% penduduk Indonesia
hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan pendidikan.
2.2 PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN
Bertambahnya penduduk jelas akan bertambah
pula kepadatan pemukiman. Hal ini diakibatkan bertambahnya populasi manusia
yang semakin banyak. Ini jelas akan terjadi kejenuhan yang ada di kota-kota
besar seperti Jakarta .bertambahnya penduduk jelas mempengaruhi lingkunga
seperti banyaknya sampah dan tata ruang atau kota yang sangat buruk dan
menghilangkan keindahan kota.
Berkembangnya pertambahan penduduk harus juga
diikuti oleh banyaknya lowongan kerja karena jika tidak adanya lowongan kerja
akan terjadi suatu tingkat pengangguran yang tidak sedikit. Jika hal ini tidak
diperhatikan maka akan banyak tingkat criminal. Lingkungan yang banyak
penduduknya biasanya dapat mengurangi keindahan tempat memukiman terseebut seperti
banyaknya sampah karena banyaknya penduduk yang membuang sampah sembarangan .
2.3 PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN TINGKAT PENDIDIKAN
Pertumbuhan penduduk yang relatif (masih)
tinggi ini merupakan suatu masalah yang terus diupayakan pengendalian
pertumbuhannya. Hal ini, jika tidak dilakukan sedini mungkin, akan berpengaruh
terhadap mutu kehidupan yang kian hari makin merosot. Salah satu hal yang
dilakukan yaitu melalui program Keluarga Berencana dengan berbagai caranya
yaitu penggunaan alat-alat kontrasepsi. Namun berbagai hambatan baik berupa
agama, adat dan alasan ekonomi turut berperan; walaupun tujuan program ini
sangat penting dalam menunjang meningkatnya taraf hidup keluarga.
Salah satu langkah yang penting guna
menunjang dan menyadarkan penduduk tentang tujuan program keluarga berencana,
yaitu melalui pendidikan. Sebab pada prinsipnya bahwa pendidikan selalu membawa
penduduk ke arah perubahan pemikiran yang positif dalam menunjang pembangunan,
yaitu peningkatan taraf hidup penduduk guna mencapai tujuan pembangunan
nasional.
Pendidikan sangat penting karena untuk
memajukan kesejahteraan bangsa. Dengan adanya pertumbuhan dan tingkat pendidikan
kita bisa mengetahui seberapa jauh tingkat pemikiran kita tentang pendidikan.
Dengan demikian, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
tingkat (derajad) antara tingkat pendidikan penduduk dengan penggunaan
alat-alat kontrasepsi.
2.4 PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN PENYAKIT YANG BERKAITAN DENGAN
LINGKUNGAN HIDUP
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah
penduduk baik pertambahan maupun penurunannya. Adapun faktor - faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran, kematian, dan perpindahan
penduduk. Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami sedangkan perpindahan
penduduk adalah faktor non alami. Migrasi ada dua yaitu migrasi masuk yang
artinya menambah jumlah penduduk sedangkan migrasi keluar adalah mengurangi
jumlah penduduk. Migrasi itu biasa terjadi karena pada tempat orang itu tinggal
kurang ada fasilitas yang memadai. Selain itu juga kebanyakan kurangnya
lapangan kerja. Maka dari itu banyaklah orang yang melakukan migrasi.
Dalam dalam masalah ini maka penduduk tidak
aka jauh dengan masalah kesehatan atau penyakit yang melanda penduduk
tersebut,dikarenakan lingkungan yang kurang terawat ataupun pemukiman yang
kumuh,seperti limbah pabrik,selokan yang tidak terawat yang menyebabkan segala
penyakit akan melanda para penghuni wilayah tersebut yang mengakibatkan
kematian dan terjadi pengurangan jumlah penduduk.
Untuk
menjamin kesehatan bagi semua orang di lingkunan yang sehat, perlu jauh lebih
banyak daripada hanya penggunaan teknologi medikal, atau usaha sendiri dalam semua
sektor kesehatan.
Usaha-usaha
secara terintegrasi dari semua sektor, termasuk organisasi-organisasi,
individu-individu, dan masyarakat, diperlukan untuk pengembangan pembangunan
sosio-ekonomi yang berkelanjutan dan manusiawi, menjamin dasar lingkungan hidup
dalam menyelesaikan masalah-masalah kesehatan.
Seperti
semua makhluk hidup, manusia juga bergantung pada lingkungannya untuk memenuhi
keperluan-keperluan kesehatan dan kelangsungan hidup. Kesehatanlah
yang rugi apabila lingkungan tidak lagi memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia
akan makanan, air, sanitasi, dan tempat perlindungan yang cukup dan aman-
karena kurangnya sumber-sumber atau distribusi yang tidak merata.
Kesehatanlah
yang rugi apabila orang-orang menghadapi unsur-unsur lingkungan yang tidak
ramah- seperti binatang-binatang mikro, bahan-bahan beracun, musuh bersenjata
atau supir-supir yang mabuk.
Kesehatan
manusia adalah keperluan dasar untuk pembangunan berkelanjutan. Tanpa
kesehatan, manusia tidak dapat membangun apa pun, tidak dapat menentang
kemiskinan, atau melestarikan lingkungan hidupnya. Sebaliknya, pelestarian
lingkungan hidup merupakan hal pokok untuk kesejahteraan manusia dan proses
pembangunan. Lingkungan yang sehat menghasilkan masyarakat yang sehat,
sebaliknya lingkungan yang tidak sehat menyebabkan banyak penyakit.
2.5
PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN KELAPARAN
Masalah kemiskinan, kelaparan dan kekurangan
gizi menjadi masalah kompleks dan saling terkait. Diperlukan upaya jangka
pendek dalam memenuhi kebutuhan pangan yang sinergis dengan upaya jangka
panjang sehingga mampu memberdayakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan
pangannya sendiri.
Hal itu disampaikan Menkes, dr. Endang Rahayu
Sedyaningsih, MPH. Dr. PH, saat membuka peringatan End Hunger Walk the World
2010, di Jakarta, tanggal (06/06, 2010), yang diikuti sekitar 12.000 peserta.
Hadir dalam acara, Menteri Pertanian, Ir. H. Suswono, MMA, dan dimeriahkan juga
oleh para artis dan sponsor, antara lain TNT, Unilever, dan Bank BNI.
Selanjutnya dikatakan Menkes, dalam
pencapaian pembangunan MDGs terkait upaya peningkatan kelangsungan hidup anak
di masa mendatang, pada tahun 2015 setiap negara harus berupaya terus untuk
menurunkan separuh jumlah penduduk miskin dan kelaparan. Menurut laporan Food
and Agriculture Organization (FAO), terdapat sekitar 907 juta penduduk di
negara berkembang mengalami kekurangan pangan.
Diperkirakan 10.9 juta anak balita meninggal
setiap tahun yang disebabkan oleh kekurangan gizi mencapai 60%. Saat ini
terdapat sekitar 18% anak balita (3.2 juta) menderita kekurangan gizi yang
tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.
Dalam
menanggulangi masalah gizi, Pemerintah terus berupaya melalui berbagai program,
seperti penimbangan yang dilaksanakan di Posyandu dan Rumah Pemulihan Gizi.
Gunanya untuk mendeteksi adanya bayi dan anak balita dengan gizi kurang
sehingga bisa cepat dilakukan penanganan, baik di Puskesmas maupun di rumah
sakit, kata Menkes.
Program Walk the World 2010 diselenggarakan
setiap tahun, serentak di seluruh penjuru dunia. Kegiatan ini terlaksana dalam
bentuk gerak jalan sejauh 5 km guna menggalang dan meningkatkan kepedulian
masyarakat dalam program World Food Programme (WFP). Program ini diharapkan
dapat membantu masyarakat, khususnya masyarakat miskin yang masih mengalami
kekurangan pangan, terutama pada kelompok anak balita dan anak sekolah agar
mendapatkan asupan gizi seimbang untuk menjamin tumbuh kembang yang optimal
serta hidup sehat
2.6 KEMISKINAN DAN KETERBELAKANGAN
Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat,
mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial,
ekonomi, politik, kebudayaan hingga pendidikan. Denga adanya pertumbuhan
aspek-aspek kehidupan tersebut, maka bertambahlah sistem mata pencaharian hidup
dari homogen menjadi kompleks.
Berbeda dengan makhluk lain, manusia
mempunyai kelebihan dalam kehidupannya. Mansia dapat memanfaatkan dang
mengembangkan akal budinya.Akibat dari perkembangan kebudayaan ini, telah
mengubah cara berfikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sehubungan dengan hal tersebut dalam pokok
bahsan ini, akan ditelaah mengenai pertumbuuhan penduduk, perkembangan
kebudayaan dan timbulnya pranata-pranata sebagai akibat perkembangan
kebudayaan.
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu
faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan maalah penduduk
khususnya. Karena disamping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk
juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara
bahkan dunia. Misal: dengan bertambahnya penduduk berarti pula harus
bertambah pula persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah
gedung sekolah dan sebagainya.
Disamping itu apabila pertambahan penduduk
tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas di atas akan menimbulkan
masalah-masalah. Misalnya akan bertambah tingginya angka pengangguran, semakin
meningkatnya tingkat kemiskinan, banyak anak usia sekolah yang tidak tertampung
sehingga timbulnya berbagai kejahatan atau kriminalitas lain.
Salah satu wabah penyakit yang melanda
negara-negara yang sedang berkembang ialah kemiskinan beserta saudara
kembarnya, yaitu keterbelakangan. Kemiskinan dan keterbelakangan adalah suatu
penyakit, karena dalam kenyataannya dua hal itu melemahkan fisik dan mental
manusia yang tentunya juga berdampak negative terhadap lingkungan.
Kemiskinan dan keterbelakangan begitu erat
kaitannya satu sama lain sehingga dapat dianggap sebagai satu pengertian, maka
digunakan satu istilah saja, yaitu kemiskinan di mana sudah terkait pengertian
keterbelakangan.
Dampak kemiskinan terhadap orang-orang miskin
sendiri dan terhadap lingkungannya, baik lingkungan social maupun lingkungan
alam, dengan sendirinya sudah jelas negative. Orang miskin tidak mampu memenuhi
kebutuhan gizi minimal bagi dirinya sendiri maupun bagi keluarganya. Dampak
kemiskinan terhadap lingkungan social tampakmengalirnya penduduk ke kota-kota
tanpa bekal pengetahuan apalagi bekal materi. Akibatnya antara lain ialah
banyaknya tukang becak, pemungut punting, gelandangan, pengemis, dan
sebagainnya yang menghuni kampung-kampung liar dan jorok di gubuk-gubuk reot
yang tidak pantas didiami manusia.
Sebab-sebab kemiskinan yang pokok bersumber
dari empat hal, yaitu mentalitas si miskin itu sendiri, minimnya ketrampilan
yang dimilikinya, ketidakmampuannya untuk memanfaatkan kesempatan-kesempatan
yang disediakan, dan peningkatan jumlah penduduk yang relatif berlebihan.
Kemiskinan dan keterbelakangan merupakan
masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan
komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif,
dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara.
Pemahaman utamanya mencakup:
a. Gambaran
kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari,
sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini
dipsdfgeggahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
b. Gambaran
tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan
ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk
pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari
kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan
tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
c. Gambaran
tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna
"memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik
dan ekonomi di seluruh dunia.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Jadi, dari penjelasan
diatas dapat disimpulkan pengaruh pertumbuhan penduduk dan kebudayaan dapat
mempengaruhi perubahan sosial, Perbedaan-perbedaan
itu menunjukkan perubahan baik dibidang ekonomi, politik, hukum, pendidikan,
maupun kesehatan. Terutama pada perubahan bidang sosial. Sehingga perkembangan
sosial pada saat ini mengangalami modernisasi dan kebanyakan sudah meninggalkan
kebiasaan sosial pada jaman dahalu yang erat akan budaya nya masing masing.
DAFTAR PUSTAKA

No comments:
Post a Comment