Wednesday, 6 April 2016

MATEMATIKA MESOPOTAMIA


A. Tokoh Filsafat Matematika Mesopotamia

1. Al-Batani



Al-Battani atau Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan Abu Abdullah dikenal sebagai bapak trigonometri. Ia lahir di Battan, Mesopotamia, dan meninggal di Damaskus pada tahun 929. Al-Battani adalah tokoh bangsa Arab dan gubernur Syria. Dia merupakan astronom Muslim terbesar dan ahli matematika ternama. Al-Battani melahirkan trigonometri untuk level lebih tinggi dan orang pertama yang menyusun tabel cotangen.

2. Al-Biruni


Al-Biruni adalah peletak dasar-dasar trigonometri modern. Dia seorang filsuf, ahli geografi, astronom, ahli fisika, dan pakar matematika. Enam ratus tahun sebelum Galgeo, Al-Biruni telah membahas teori-teori perputaran (rotasi) bumi pada porosnya.
            Al-Biruni juga memperkenalkan pengukuran-pengujuran geodesi dan menentukan keliling bumi dengan cara yeng lebih akurat. Dengan bantuan matematika, dia dapat menentukan arah kiblat dari berbagai macam tempat di dunia.

3. Umar Khayam



Selain itu, tokoh matematika lain yang tak kalah terkenal adalah Umar Khayyam. Kendati ia lebih dikenal sebagai seorang penyair, namun Umar Khayyam memiliki kontribusi besar dalam bidang matematika, terutama dalam bidang aljabar dan trigonometri. Ia merupakan matematikawan pertama yang menemukan metode umum penguraian akar-akar bilangan tingkat tinggi dalam aljabar, dan memperkenalkan solusi persamaan kubus.

B. Aspek Yang Dikembangkan
1. Menentukan system bilangan pertama kali
2. Tahun 2500 sm system decimal tidak lagi digunakan dan lidi diganti dengan menggunakan baji
3. Mampu mengalikan, membagi, mencari akar-kuadrat, dan bahkan akar-kubik (akar pangkat tiga), serta menyelesaikan soal sesulit persamaan linier.
4. Menggunakan sistem bilangan desimal (berdasarkan angka 10)
5. Sistem bilangan berdasarkan angka 60, sistem bilangan yang juga dipakai China.
6. Mesopotamia menggunakan sexagesimal (basis 60) sistem bilangan. Ini adalah sumber saat ini 60-menit jam dan 24-jam sehari, serta 360 derajat lingkaran. 
7. Kalender Sumeria juga diukur minggu tujuh hari masing-masing. Pengetahuan matematika ini digunakan dalam pembuatan peta.

C. Pengaruh Terhadap IPTEK Saat Itu
1. Pengetahuan matematika ini digunakan dalam pembuatan peta.
2. Volume silinder diambil sebagai produk dari basis dan ketinggian Namun, volume frustum sebuah kerucut atau piramida adalah salah persegi diambil sebagai produk dari ketinggian dan ipsetengah jumlah dari basa.
3. Ada penemuan baru-baru ini di mana  tablet digunakan sebagai 3 dan 1/8 (3,125 untuk 3,14159 ~).
4. Orang Babel juga dikenal karena Babel mil, yang merupakan ukuran jarak yang sama dengan sekitar tujuh mil (11 km) hari ini.  Pengukuran ini untuk jarak akhirnya adalah dikonversi ke waktu-mil digunakan untuk mengukur perjalanan Matahari, oleh karena itu, mewakili waktu.
5. Mampu menyelesaikan soal persamaan linear
6. Dapat menghitung hari, jam, menit dan detik


No comments:

Post a Comment